Petani Sapudi Sumenep Dicekik Harga Pupuk Subsidi Rp 170-200 Ribu, Penyuluh Kemana?

- Rabu, 30 November 2022 | 22:45 WIB
Ilustrasi pupuk subsidi
Ilustrasi pupuk subsidi

Teraspulau.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Penanaman Modal (DKPP) Sumenep menyebutkan bahwa pupuk subsidi tahun 2022 hingga saat ini aman terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Kabid Penyuluh DKPP Sumenep, Farid saat dimintai keterangan oleh awak media.

"Kalau stok (di Sumenep) masih ada. InsyaAllah sampai Desember masih ada, masih aman,” ujarnya, dikutip dari memorandum.co.id, Rabu, 9 November 2022.

Selain itu, Farid juga mengaku bahwa selama ini pendistribusian pupuk yang ada di Sumenep hampir tidak ada kendala apapun.

Baca Juga: Tuntas, BLT DD Tahap Akhir Sokpas Sumenep Dicairkan

Stoknya pun masih ada, kemudian ditambah lagi stok alokasi dari Jatim, sehingga ketersediaan pupuk bersubsidi urea dan NPK sampai akhir tahun 2022 masih aman.

Dia mengaku bahwa pihaknya selalu mengingatkan agar para pemilik kios pupuk resmi di Sumenep harus menyalurkan pupuk bersubsidi menyesuaikan dengan ketentuan pemerintah.

Namun nyatanya, pernyataan aman dan sesuai alokasi yang disampaikan oleh DKPP Sumenep hanya bualan belaka tanpa mengkroscek langsung kondisi pupuk di kepulauan, khususnya Pulau Sapudi.

Pasalnya, pupuk subsidi di Pulau Sapudi, khususnya di Kecamatan Gayam mulai bulan Oktober hingga sekarang masih mengalami kelangkaan.

Baca Juga: Minta Sumbangan, Lalu Nyolong HP Milik Warga Pulau Sapudi Sumenep

Sebagaimana diungkap oleh salah satu Petani asal Gayam. Didi Oday mengatakan bahwa sampai saat ini,  masih ada beberapa anggota kelompok tani yang kebingungan mencari pupuk.

"Ini kan lucu, petani yang terdaftar di Kelompok Tani saja tidak kebagian untuk membeli pupuk subsidi, berarti kan stok tidak aman," ujarnya saat dikonfirmasi melalui perpesanan WhatsAppnya, Rabu, 30 November 2022.

Didi melanjutkan, kelangkaan pupuk subsidi di Pulau Sapudi ini dimanfaatkan oleh para mafia pupuk. Mereka mengambil kesempatan untuk menaikkan harga yang seharusnya subsidi menjadi lebih melambung tinggi.

Harganya pun cukup bervariasi, bahkan di setiap desa yang memiliki alokasi pupuk subsidi memiliki perbedaan harga. Ada yang dijual seharga Rp 170 ribu, bahkan ada yang Rp 200 ribu per sak.

Halaman:

Editor: Hasan Al Hakiki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LPMS Diduga Selewengkan Dana Hibah Dari HCML

Senin, 6 Februari 2023 | 08:23 WIB

DPD KNPI Jatim Kepung Kantor DPRD Provinsi

Selasa, 17 Januari 2023 | 15:09 WIB

Masyarakat Gayam Sumenep Bingung Urus Akte Tanah

Senin, 26 Desember 2022 | 08:24 WIB

Pasar Gayam Sumenep Dilumuri Sampah

Sabtu, 24 Desember 2022 | 09:21 WIB

Terpopuler

X